Apa yang Harus Dilakukan Bila “Hujan Turun di Bulan Juni”?

Kehidupan tidak akan pernah datar. Bagaikan kerak bumi yang tidak rata, kehidupan akan selalu bergolak dengan dinamikanya. Dengan segala naik turunnya kejadian. Dengan segala permasalahan dan tantangan.

Bagai cuaca, kehidupan tidak selalu terang benderang, cerah tak berawan. Kadang hujan turun, dengan beragam intensitasnya. Gerimis. Hujan ringan. Hujan lebat. Hujan badai. Bahkan kadang hujan es yang bisa memporakporandakan kaca-kaca.

Ya, dan beragam hujan ini, bisa saja suatu hari turun di wilayah kita. Menghujani dan membasahi kita tanpa permisi dengan semua rencana yang sudah kita susun hari ini. Pemasalahan hidup itu bagaikan cuaca. Bisa diprediksi memang berdasar musimnya. Jadi kalau memang musim hujan, kita harusnya tidak akan terlalu kaget lagi bila mendadak hujan turun. Tapi, kadang juga tidak bisa diperkirakan. Yang katanya musim hujan juga belum tentu selalu berakhir hujan setiap hari. Bahkan di musim kemarau, hujan bisa saja mendadak rajin menyambangi. Seperti puisi terkenal karya Sapardi Djoko Damono itu, Hujan Bulan Juni. (entahlah dia itu apa, penyair atau peramal cuaca. Yang jelas, ramalannya tentang hujan di bulan Juni menjadi nyata hari-hari ini, bukan? :D)

Nah, permasalahan dalam hidup kita sedikit banyak juga bisa diperkirakan. Diperhitungkan dari sejarah hidup kita. Misalnya, contoh klisenya, kalau kita bergaya hidup boros dan sering membelanjakan uang melebihi penghasilan kita, bisa ditebak, masalah keuangan tidak akan lama lagi menghampiri kita. Kalau kita tidak menjaga kesehatan, makan berlebihan misalnya, tapi kurang gerak badan, bisa diantisipasi, kita di kemudian hari pasti akan mengalami beragam masalah kesehatan. Dan lain sebagainya.

Tetapi, faktor “tidak pasti” itu akan selalu ada dalam hidup kita. Kehidupan tidak selalu bisa ditebak akan berjalan sesuai dengan pola yang sudah kita prediksi ini. Maka, sebagaimana hal-hal buruk belum tentu terjadi pada skenario ketika seharusnya itu terjadi, hal-hal buruk bisa juga terjadi pada skenario ketika seharusnya itu tidak terjadi.

Hidup kita bisa saja kadang mendadak dihantam masalah yang tidak kita antisipasi sebelumnya. Atau minimal, yang kita tidak mampu antisipasi sebelumnya.

Hujan badai bisa jadi mendadak runtuh dari langit ketika kita sedang berkemah dengan keluarga di gunung.

Kegawatan dan kegentingan yang tidak kita sangka-sangka, tiba-tiba menghajar kita, membuat shock dan kelimpungan.

Apa yang harus dilakukan ketika hal seperti ini terjadi?

Ini adalah pertanyaan yang sangat sering diajukan pada saya.

Dan saya akan berikan kiat-kiat dan langkah-langkahnya di bagian selanjutnya tulisan ini.

Bila suka, bagikan tulisan ini.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Mungkin Anda Juga Suka ....

Personal Well-Being

Apakah Pangkal Masalah Manusia?

Inspirasi Sukses

Percobaan Kategori Inspirasi Sukses yang Tidak Bekerja

Cerita Sukses

Ini Uji Coba Cat: Cerita Sukses yang Tadi Ngaco.

Artikel Kami Lainnya:

Categories

Tahukah Anda,

bahwa sebagian dari harta Anda bisa digunakan untuk menumbuhkan lebih banyak lagi harta?

Sama seperti hasil panen terbaik yang disisihkan para petani sebagai bibit untuk menumbuhkan panen berikutnya,

Harta Anda juga sama.

Sebagian harta Anda juga memiliki peran sebagai bibit unggul yang memastikan kelangsungan pertumbuhan panen Anda berikutnya.

Baca ebook Mukjizat Zakat & Sedekah serta Tanya-Jawabnya untuk mengetahui rahasia besar ini lebih dalam lagi.

Bila Anda suka tulisan-tulisan kami, Anda bisa berlangganan untuk menerima langsung artikel sukses terbaru kami di email Anda.

Berlangganan

Informasi Anda aman bersama kami.

Scroll to Top

Ingin melindungi dan menumbuhkan diri, keluarga, & harta Anda mulai detik ini juga?

Baca ilmu bermanfaat dari ebook BEST SELLER kami ini, dan rasakan MUKJIZATnya. Mukjizat Zakat dan Sedekah yang telah dinikmati ribuan pembaca kami sejak 2009.