Apakah Pangkal Masalah Manusia?

Bukan, bukan karena kondisi ekonomi, bukan karena pemerintah, bukan karena latar belakangnya, juga bukan karena karma atau dosa dia.

Seperti saya tulis di artikel lainnya, bahwa hujan pasti turun dalam kehidupan ini, hidup manusia tidak akan pernah lepas dari lika-liku dan naik turunnya nasib. Tapi, semua itu hanya akan jadi warna dan bumbu kehidupan, bukan sebuah masalah yang berarti, bila manusia menyikapinya dengan benar.

Masalah dalam hal ini adalah sesuatu yang membuat seorang manusia galau, stress, sedih, khawatir, uring-uringan dan terbebani dalam waktu berkepanjangan.

Tidak ada kejadian apapun sebenarnya yang akan menjadi masalah seperti ini bila manusia tahu, apa penyebab masalah itu muncul.

Masalah manusia hanya akan muncul tergantung dari apa yang dipercayanya.

Ya, “belief” manusia, alias apa yang dipercayanya itulah sebenarnya pangkal, sumber, dan pencetus segala macam masalahnya.

Ada dua cara apa yang dipercaya manusia bisa menjadi pangkal masalahnya.

Cara pertama adalah ketika dia bereaksi atas sebuah kejadian dengan cara pandang tertentu, yang terbentuk akibat apa yang dipercayanya, dan cara pandang ini membuatnya memandang kejadian tersebut sebagai sebuah masalah.

Sebagai contoh, katakan ada sebuah kejadian tidak mengenakkan terjadi, misalnya, ban kendaraan yang sedang dikendarai mendadak kempes, atau robek terkena paku di jalan, dan harus diganti karena tambal saja tidak memadai. Si pengendara selamat, tidak terjadi apapun padanya. Jadi, harusnya sesudah kejadian itu, dia tinggal bisa membawanya ke tukang ban di pinggir jalan. Menggantinya. Bisa dengan ban baru bila ada uang, atau ban ‘seken’ atau bekas bila dompet sedang tipis. Selesai.

Tapi, bisa jadi si pengendara ini kemudian dilanda rasa cemas, atau kesal karena uangnya yang jadi terpaksa dipakai untuk kedaruratan itu. Dia marah pada nasib, yang sering memberinya masalah-masalah tidak diduga. Dia mengira itu adalah nasib buruknya karena sering dilanda kesialan. Ibaratnya ikut lomba panjat pinang, dia merasa setiap membuat kemajuan sedepa, dia akan merosot lagi semeter. Dan akhirnya dia tidak sampai-sampai di tujuan. Lalu dia sedih, dan bahkan bisa sampai depresi. Dan bila ini bukan peristiwa tidak menyenangkan pertama, semua pikiran-pikiran itu akan menemukan hubungan antar peristiwa satu sama lain dan menarik simpulannya, yang saya yakin, tidak bakal berupa simpulan yang bahagia. Semua kesimpulan itu, akhirnya akan mempengaruhi pula kehidupannya sehari-hari. Bisa jadi membuatnya jadi orang yang pemurung, pemarah, atau penakut dalam mengambil keputusan apapun. Lalu ini semua akan membawa dampaknya masing-masing.

Pada akhirnya, sebuah peristiwa yang bisa jadi random dan bisa terjadi pada siapa saja, akan menjadi sebuah masalah besar pada hidup si orang ini. Karena begitulah dia menafsirkannya.

Ini adalah pangkal masalah yang pertama, yang diakibatkan oleh pikiran yang menafsirkan bahwa sebuah kejadian tidak positif yang terjadi adalah sesuatu yang buruk. Sebuah masalah.

Cara kedua adalah ketika apa yang dipercaya manusia itu membentuk beragam pemikirannya. Pemikiran akan mempengaruhi tindakan dan perasaan manusia. Akhirnya, “belief” tadi bila tidak menyenangkan, akan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan pula.

Contohnya adalah mereka yang percaya bahwa kehidupan ini keras. Maka, dia akan memandang apapun yang terjadi dalam hidup ini sebagai pembuktian betapa kerasnya kehidupan. Dan ujungnya, dia hanya akan bertemu dengan kejadian-kejadian, dan orang-orang yang membuktikan bahwa hidup ini keras.

Jadi, mirip dengan contoh pertama, dia akan menafsirkan apapun sebagai masalah. Dan akibatnya, bermunculanlah masalah itu untuk si orang ini.

Jadi, begitulah “pemikiran” kita, apa yang kita percaya, alias “belief” kita bila tidak dikelola dengan baik, alih-alih akan mendukung kehidupan kita, ia akan menciptakan masalah demi masalah.

Bila suka, bagikan tulisan ini.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Mungkin Anda Juga Suka ....

Personal Well-Being

Apakah Pangkal Masalah Manusia?

Inspirasi Sukses

Percobaan Kategori Inspirasi Sukses yang Tidak Bekerja

Cerita Sukses

Ini Uji Coba Cat: Cerita Sukses yang Tadi Ngaco.

Artikel Kami Lainnya:

Categories

Tahukah Anda,

bahwa sebagian dari harta Anda bisa digunakan untuk menumbuhkan lebih banyak lagi harta?

Sama seperti hasil panen terbaik yang disisihkan para petani sebagai bibit untuk menumbuhkan panen berikutnya,

Harta Anda juga sama.

Sebagian harta Anda juga memiliki peran sebagai bibit unggul yang memastikan kelangsungan pertumbuhan panen Anda berikutnya.

Baca ebook Mukjizat Zakat & Sedekah serta Tanya-Jawabnya untuk mengetahui rahasia besar ini lebih dalam lagi.

Bila Anda suka tulisan-tulisan kami, Anda bisa berlangganan untuk menerima langsung artikel sukses terbaru kami di email Anda.

Berlangganan

Informasi Anda aman bersama kami.

Scroll to Top

Ingin melindungi dan menumbuhkan diri, keluarga, & harta Anda mulai detik ini juga?

Baca ilmu bermanfaat dari ebook BEST SELLER kami ini, dan rasakan MUKJIZATnya. Mukjizat Zakat dan Sedekah yang telah dinikmati ribuan pembaca kami sejak 2009.